LETTO on Facebook

Sebelum Cahaya (Video Clip)

Wednesday, December 17, 2008

LETHOLOGICA, Album Ketiga LETTO


kubuka mata dan kulihat dunia
tlah kuterima anugerah cintanya
tak pernah aku menyesali yang kupunya
tapi kusadari ada lubang dalam hati.

kucari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini
kumenanti jawaban yang apa yang dikatakan oleh hati

apakah itu kamu apakah itu dia selama ini kucari tanpa henti
apakah itu cinta apakah itu cita yang mampu melengkapi lubang dalam hati?

kumengira hanya dialah obatnya
tapi kusadari bukan itu yang kucari

kuteruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan
dan kuyakin kau tak ingin aku berhenti

(lubang di hati)

album yang ditunggu dari LETTO segera beredar bulan awal tahun 2009 ini, tahap akhir rekaman dan mixing udah dilalui oleh band dari jogja ini bahkan single berjudul "lubang di hati" ciptaan noe & cornel sudah mulai diperdengarkan di radio-radio seluruh indonesia. album ketiga dari LETTO yang masih beranggotakan Noe (vokal), patub (gitar), arian (bas) & dedi (drum) ini menurut rencana diberi judul LETHOLOGICA dan keseluruhannya di rekam di studio Geese milik mereka di jogja.

album LETHOLOGICA masih diterbitkan oleh musica studio's dengan 9 lagu berbahasa indonesia dan 3 lagu berbahasa inggris seperti album terdahulu "truth cry & lie" dan "don't make me sad". single pertama "lubang di hati" masih kental rasa LETTO yang kaya akan lirik yang menyentuh meski tetap dengan kesederhanan. tapi kenapa ya diberi judul "lethologica" yang artinya menggambarkan saat dimana kita tidak bisa mengingat apa yang kita inginkan.

kita tunggu aja respon pasar untuk single pertama di album ketiga ini dari band peraih platinum dari album sebelumnya. penasaran dengan single "lubang di hati"? nikmati aja di: SINI atau boleh juga di LETTOpages on Facebook.

Wednesday, December 10, 2008

Event On December 2008


13.12.08: Show "Festival VocalGroup Indomaret" @ Balai Kartini
14.12.08: MTV Staying Alive Music Summit 2008, Lapangan D Senayan
19.12.08: Show "Spektakuler Anniversarry PT Epson" @ Pacific Palace Hotel, Batam
21.12.08: Show "Yamaha Funtastic Female" @ Lap. Kantor Gubernur Jambi
23.12.08: TV Performance "Dahsyat" RCTI..
27.12.08: TV Performance "Gebyar BCA Indosiar" Jakarta
31.12.08: New Year's Eve Show

* acara dapat berubah sewaktu-waktu

LETTOpages On Facebook

Friday, November 14, 2008

Letto On Facebook



Hai pLettonic di seluruh dunia…. Join yuk di halaman Letto di Facebook…

Klik di sini ya:
http://www.facebook.com/pages/LETTO/36385406870?ref=s

Thursday, November 06, 2008

Album Ketiga Letto Segera Beredar?

Gak sabar nungguin album terbaru LETTO? kabar terakhir dari Letto bahwa mereka sedang menyelesaikan materi album yang ketiga di bulan November ini dan menurut rencana album ketiga setelah Truth Cry & Lie serta Don't Make Me Sad ini akan dirilis di bulan Desember tahun ini. Udah ada 4 lagu baru yang selesai, sisa masih belum sempurna alias masih dalam proses penyelesaian di studio milik mereka sendiri di kawasan Kadipiro Jogja. Mengenai studio yang bernama Geese ini, gue pernah nyambangi studio ini canggih juga peralatannya dan beberapa band lokal sering menggunakannya, juga buat Letto sendiri sempat untuk merekam album pertama dan kedua di sana.

Menurut Letto, album ketiga ini tidak berbeda jauh dengan album sebelumnya, masih berbicara tentang cinta yang universal, masalah sosial dan tentunya masalah ketuhanan dengan lirik-lirik yang puitis plus ada meteri berbahasa inggris seperti album sebelumnya. Masih dengan personil Noe (vokal), Patub (gitar), Arian (bas) dan Dedhot (drum), selain penyelesaian album ketiga ini seperti recording, mixing dan sesi foto buat cover album, mereka masih menjalani promo tour ke berbagai kota dan video klip dari single terakhir berjudul Bunga Di Malam Itu.

Saat ini tinggal Dedhot dan Noe yang masih lajang, beberapa waktu yang lalu Patub udah melepas masa lajangnya mengikuti jejak Arian. Kalo Noe malah asik dengan film terbarunya tentang TKW Hongkong (Hongkong Rhapsody) yang diproduserinya melalui rumah produksi Pic(k) Lock Productions dengan sutradara Lola Amaria. Beberapa waktu lalu Noe juga berkolaborasi dengan salah satu kelompok musik Malaysia dalam single ramadhan Cinta Yang Sempurna.

Kita tunggu aja single pertama dari album ketiga Letto yang berjudul ***** (masih rahasia katanya...) apakah juga dapat meraih platinum awards (150 ribu copy) dalam 3 bulan seperti Don't Make Me Sad?

written: tamtomo

Saturday, November 01, 2008

Letto Di Bulan November 2008


1-10.Nov: recording di jogja
12.Nov: foto cover album
13-14.Nov: mixing
17-21.Nov: recording
22.Nov: show di malang
23.Nov: show di kemayoran
24-26.Nov: mixing lagu2 baru
27.Nov: show di jakarta (tba)
28.Nov: show di pasar minggu dlm rangka hari AIDS
30.Nov: Wheels To Heal di sudirman jakarta

Noe Letto Jadi Produser Film Juga

Vokalis grup band Letto, Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe, merambah ke dunia seni peran. Bukan sebagai pemain, pemilik suara khas itu menjadi produser.

Menurut Noe, bisnis di dunia film sangat menjanjikan sehingga upahnya kelak bisa digunakan sebagai modal menghidupi anak. "Tapi, kalau ngomongin nikahnya, masih tunggu Malaikat Jibril dan wangsit," candanya setelah jumpa pers film Hongkong Rhapsody di Restoran Bebek Bali kemarin (27/10).

Akan tetapi, kata Noe, alasan mendasar ketertarikannya menjadi produser film bukan karena uang semata. Dia ingin bisa menciptakan karya seni lebih banyak lagi dari sekadar musik. "Saya mau belajar mencoba apa saja. Yang penting seni," tekadnya.

Melalui rumah produksi Pic(k) Lock Productions yang didirikannya, Noe menargetkan bisa menghasilkan film-film yang berbeda dan memberikan pencerahan kepada masyarakat. "Kalau satu orang jualan soto, terus yang lain juga jualan soto, kan bosan," ucapnya beranalogi.

Meski begitu, bukan berarti Noe tidak ingin membuat film komersial. Meski membuat film berbeda, dia tetap yakin bisa meraup keuntungan dari aspek materi. "Di film itu, tidak ada teori komersial dan rumus-rumusnya juga berbeda. Film ini membawa kebenaran tentang apa yang ada," kata sarjana matematika itu sambil promosi filmnya.

Suatu hari ketika berada di bandara di Hongkong, Noe melihat seorang perempuan yang kemudian diketahui tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia sedang kebingungan. "Dia tidak tahu harus ke mana, terus dijaga sama petugas supaya tidak kabur. Miris melihatnya. Saya berpikir, dia TKW ilegal atau legal sih?" kenangnya.

Atas alasan itu, dia memiliki ketertarikan yang sama dengan Lola Amaria yang kebetulan ketika bertemu dengan Noe sudah berencana membuat film tersebut. "Saya mau buka lowongan untuk investor lagi kalau ada yang mau ikut membuat film ini," tambahnya. (JWP/Ezz)

rileks.com

Tuesday, October 28, 2008

Noe 'Letto' Jadi Produser Film TKW

Vokalis Letto Sabrang Mowo Damar Panuluh atau lebih dikenal dengan Noe mencicipi profesi lain selain menyanyi. Noe menjadi produser untuk film yang mengangkat kisah Tenaga Kerja Wanita (TKW).

Kisah TKW di Hong Kong itu diangkat ke dalam film 'Hong Kong Rhapsody' yang disutradarai Lola Amaria. Noe tertarik menjadi produser ketika ia mengobrol bareng Lola.

"Saya sebenarnya tahu Lola obsesi untuk menjadi TKI. Tapi memang ini berawal dari ide-ide dan ternyata kita mempunyai interest yang sama," jelasnya saat ditemui di Restoran Bebek Bali, Senayan, Jakarta, Senin (27/10/2008).

Noe yakin film yang diproduserinya itu akan menghasilkan seorang bintang besar. Siapa bintang besar itu? Putra Emha Ainun Najib itu mengaku masih mencarinya.

Untuk soundtrack, Noe ternyata juga belum menemukan siapa yang akan menggarapnya. Kenapa tidak Letto saja?

"Seandainya beliau yang bikin soundtrack akan lebih hebat dari Letto, siapakah beliau itu, masih dipertanyakan," ujarnya penuh tanda tanya.

Keterlibatannya sebagai produser diakui Noe tidak akan mengganggu kinerjanya di Letto. Ia juga enggan disebut melakoni aksi coba-coba.

"Semua faktor nggak ada yang disepelekan, kalau bisa jalan dua-duanya, jadi jalanin. Dunia itu terlalu kaya untuk dipersempit seperti itu," tandasnya.

detikcom

Friday, October 24, 2008

Bunga Di Malam Itu (Video Klip)



In This Video:
Noe/ Sabrang Mowo Damar Panuluh (vokal) - Patub/ Agus Riyono (gitar)
Arian/ Ari Prastowo (bas) - Dhedot/ Dedi Riyono (drum)
Song:
Bunga Di Malam Itu
Album:
Don't Make Me Sad (2007)
Label:
Musica Studio's
Band:
Letto

Thursday, September 18, 2008

Cinta Yang Sempurna, Kolaborasi Noe Letto & 6ixth Sense


Siapa yang tak kenal Letto, salah satu band dari Jogja yang udah mulai melanglang ke kawasan malaysia dan singapura, salah satu bukti selain pernah memenangi salah satu kategori di Anugrah Planet Muzik tahun lalu, album Letto juga di edarkan di negara tetangga tersebut. Salah satu bukti lain, Noe (Sabrang Mowo Damar Panuluh) salah satu vokalis Letto mendapatkan kehormatan untuk berkolaborasi band asal Malaysia yang bernama 6ixth Sense dalam salah satu single bertajuk "Cinta Yang Sempurna", sebuah single bernafaskan ketuhanan (salah satu ciri khas Letto).

Sepanjang Ramadhan ini, "Cinta Yang Sempurna", di Malaysia diproduksi Rumpun Records & Metadome Records merajai tangga lagu di radio Malaysia Singapura dan untuk Indonesia menurut rencana juga akan diedarkan tetapi nama 6ixth Sense akan diganti menjadi Tirta. Tetapi untuk penggemar Letto alias pLettonic udah dapat menikmati single ini selain di situs resmi 6ixth Sense juga dapat dilihat video klipnya di YouTube maupun postingan blog ini sebelumnya.

Lagu "Cinta Yang Sempurna" digarap bareng cuman beberapa jam saja oleh Noe - 6ixth Sense dan dibawakan secara apik yang menceritakan tentang manusia yang mencari cinta sejati, cinta yang sempurna, mencari suatu hal yang hakiki yang hanya ditemukan dengan cinta sempurna pada Tuhan Yang Maha Esa.

Trus siapa sih 6ixth Sense alias Tirta? Band ini di Malaysia udah mengeluarkan 2 buah album produksi Rumpun Records bertajuk "Hari Ini" (2006) dan "6ixth Sense" (2007), band ini beranggotakan Adi (vokal), Wan (drum), Ayoy (bass), Atan (gitar) dan Gjie (gitar). Vokalis 6ixth Sense Adi yang bernama lengkap Adi Priyo Sambodo adalah lelaki asal Jember Jawa Timur yang mengadu nasib di ranah musik Malaysia. Kolaborasi dengan salah satu personil Letto menjadi kebanggaan tersendiri buat 6ixth Sense terutama Adi sang vokalis,"Saya juga tidak menyangka peluang berduet bersama Noe akhirnya menjadi kenyataan. Siapa yang tidak kenal dengan kumpulan Letto yang pernah mencipta fenomena seketika di Malaysia sebelum ini. Peluang keemasan itu sememangnya ditunggu-tunggu oleh kami (6ixth Sense) apatah lagi dapat berkolaborasi bersama Noe, satu nama yang besar dalam industri muzik di Indonesia".

Ok deh, kita tunggu rilis resmi-nya di Indonesia, apakah 6ixth Sense akan berhasil di dunia musik Indonesia seperti Letto dan bebarapa musisi Indonesia di Malaysia atau dengan nama besar Letto lagu "Cinta Yang Sempurna" akan menjadi hits juga di Indonesia?

Single: Cinta Yang Sempurna
Label: Rumpun Records Malaysia
Band: 6ixth Sense & Noe Letto
Member:
Mohd Safwan Hasnan/ Wan (Drum)
Mohd Faiz Azizi/ Gjie (Guitar)
Adi Priyo Sambodo/ Adi (Vocal)
Shahrul Effendy Sha'ari/ Atan (Guitar)
Mohd Fairos Ramli/ Ayoy (Bass)
Official Site:
http://www.myspace.com/6ixthsense
http://www.metamobile.com.my/6ixthsense




Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc


Memiliki Kehilangan (Video Klip)





Monday, August 11, 2008

Letto Menghargai Diri Sendiri


Mereka ini adalah sebuah band yang sangat konseptual. Dan mereka adalah Letto yang khas dengan lagu-lagu yang puitis, pop-romantis. Melalui A Mild Live Soundrenaline 2008 "free Your Voice", Letto mengajak music maniacs Yogyakarta untuk bisa menghargai diri sendiri, dan bangga untuk menjadi diri sendiri.

"Walaupun kita kambing ataupun sapi, kita harus bisa dan mau mengakui diri sendiri," ungkap Noe. Melalui atribut khas Jawa, memadukan musiknya dengan irama khas javanesse, Letto tidak bosan-bosannya untuk menyuarakan untuk juga bisa menghargai karya dalam negeri.

Ditanya soal obsesinya untuk mengikuti journey to Abbey Road, Letto menyatakan tidak begitu terobsesi, dan hanya menjadikan sara hiburan saja bila mereka bisa dikirim kesana. "Soundrenaline sebagai sarana ekspresi bukannya obsesi. Untuk ke London, hanya menjadi hiburan buat kita," tutup Noe. Letto yang tampil menjelang sore mempertunjukan kebolehan gitaris dan bassistnya dalam mempermainkan dawai menjadi dinamika dan harmonisasi yang sangat kaya, seperti aransemen ulang "Sampai Nanti, Sampai Mati" yang membuka penampilan mereka hari ini

"Kami juga memakai tarian khas Bali, biar kita juga bisa menghargai diri kita yang lain," lanjut Noey. Letto rupanya berhasil menghibur music maniacs yang hadir, sekaligus menyuarakan hal-hal yang positif. Setiap penonton merasa sejuk suasananya pada saat mendengarkan "Sebelum Cahaya", dilatari oleh terbenamnya matahari di Prambanan

all about letto on www.the-letto.blogspot.com

Tuesday, July 22, 2008

Provokator Di Soundrenaline

"Mau waras atau mau gila terserah. Yang penting jangan gampang dipengaruhi!"

Itulah kata-kata spontan yang terucap dari mulut Noe di tengah-tengah aksi panggung Letto pada A Mild Live Soundrenaline 2008 Medan. Kata-kata ini merupakan lanjutan dari aksi provokatif Noe beberapa saat sebelumnya dengan kata-kata yang lebih pedas.Bahkan pada aksi tunggalnya ini Noe menyinggung-nyinggung soal partai-partai politik yang bejibun jumlahnya.

Tapi tentu saja Noe tidak bermaksud mengajak penonton untuk melakukan hal-hal yang negatif. Sebaliknya Noe hanya ingin menyadarkan penonton akan makna dari slogan Free Your Voice yang diusung A Mild Live soundrenaline 2008.

"Kalau mau free your voice kalian harus free your mind dulu!", begitu teriak Noe kepada ribuan music maniacs yang berkumpul di Lanud AU Polonia Medan.

Yang pasti penampilan Letto mengusung lagu-lagu hits sangat jauh dari unsur provokasi. Penampilan Letto pada sore hari itu cukup menghanyutkan. Lagu-lagu seperti Sampa Nanti Sampai Mati, Permintaan Hati, Ruang Rindu, serta Sebelum Cahaya malah sukses mengajak penonton untuk membuat koor massal. Nyaris tidak ada penonton yang tidak ikutan bernyanyi.

Kalau begini Letto memang benar-benar provokator di A Mild Live Soundrenaline kali ini. Buktinya penonton mau saja dipengaruhi mereka untuk ikutan bernyanyi. (DT)

Tuesday, June 10, 2008

10.06.1979 - 10.06.2008: Sabrang Mowo Damar Panuluh


Hari ini (10.06.08) Noe alias Sabrang, sang vokalis dan motor grup band Letto dari jogja tepat berusia 29 tahun, usia yang masih muda untuk berkarya dan mengabdikan idealismenya. Selamat ulang tahun buat Sabrang semoga tambah sukses bersama Letto, makin membumi, merakyat dan tidak melupakan apa yang telah menjadikan besar...

Berikut profil Noe Sabrang Mowo Damar Panuluh yang diambil dari sebuah media:

Sabrang Mowo Damar Panuluh atau lebih dikenal dengan nama Noe Letto, adalah penyanyi pentolan grup musik Letto. Pria kelahiran Yogyakarta, 10 Juni 1979 ini merupakan anak pertama budayawan, Emha Ainun Najib dari istri pertamanya, sebelum menikah dengan aktris dan penyanyi, Novia Kolopaking.

Kecintaanya pada musik diawali, saat dirinya diberi pamannya kaset berisi kumpulan lagu-lagu Queen. Saat itu dirinya masih SMP, yang akhirnya mempunyai pikiran untuk membuat musik yang sealiran dengan Queen. Mulailah Noe bersentuhan dengan sejumlah alat musik.

Lulus SMP, Noe kemudian kembali ke Yogyakarta dan meneruskan sekolah di SMU 7 Yogyakarta. Ia bergabung dengan komunitas ayahnya dan dipertemukan dengan dengan Ari, Dedy dan Patub di sekolah.

Pada 1998, Noe memutuskan untuk melanjutkan kuliah di University of Albertha, Kanada dengan mengambil dua jurusan matematika dan fisika. Setelah kembali ke tanah air dan bertemu kembali dengan kawan-kawan karibnya, Noe sering bermain musik di studio Kyai Kanjeng, group musik milik ayahnya.

Noe mulai menulis lirik lagu, yang akhirnya tertuang dalam album perdananya, Letto, Truth, Cry, and Lie. Disusul kemudian album kedua, Don't Make Me Sad (2007).
source: kapanlagi.com

Saturday, June 07, 2008

Schedule June 2008


01.06.2008: Show Pinrang, Sulawesi
03.06.2008: Dahsyat , RCTI,
05.06.2008: Charity Show , Jakarta
06.06.2008: Inbox, SCTV
07.06.2008: Opening Euro, RCTI
14.06.2008: Telkomsel, Palembang
15.06.2008: Idola Cilik, RCTI
16.06.2008: Monday Soundsation- Global TV
17.06.2008 - 18.06.2008: Syuting FTV , Jakarta
19.06.2008: Show Zona Cafe, Samarinda
21.06.2008: Show Madiun, Madiun
22.06.2008: Show WTC Serpong, Tangerang
23.06.2008 - 24.06.2008: Syuting FTV, Jakarta
25.06.2008: Idol Hifive, RCTI
26.06.2008: HUT Gudang Garam Jakarta

Rock & Goal Euro 2008


Malam ini (07.06.2008) jam 9 malam Letto akan meramaikan pembukaan siaran EURO 2008 di RCTI, selain Letto akan tampil pula Nidji, D'Massiv dan The Changcuters.

Acara ini live on air dari studio RCTI Kebonjeruk. Sebelumnya Letto juga pernah meramaikan acara EUROphoria beberapa waktu yang lalu.

Dan bagi pLettonic yang berminat dapat hadir di Studio RCTI sebelum jam 9 malam atau kalo gak sempet nonton aja siaran langsungnya di RCTI.

Setelah Open Ceremony ini akan dilangsungkan nonton bareng pertandingan pertama antara Ceko & Swiss mulai jam 1 dini hari.

Sunday, May 18, 2008

Generasi Larva: Memulai 100 Tahun Kedua

Oleh: Noe Letto (Kompas, 18.05.08)

Salah satu produk populer di ”dunia gaul” dari 100 tahun kebangkitan bangsa kita adalah idiom ”Indonesia banget!”. Bahasa tubuh dan mimik yang mengungkapkan istilah itu mengungkapkan konotasi negatif.

Mungkin sekali saya salah, tetapi sering kali saya merasakan bahwa ”Indonesia banget” adalah kata ganti untuk semacam perilaku negatif, yang sehari-hari atau bahkan untuk kasus-kasus dalam skala yang lebih besar. Misalnya, buang sampah sembarangan, melanggar peraturan lalu lintas, merokok di no smoking area, tidur saat rapat atau sidang, koruptor tak terhukum, umbar janji pemilihan, bahkan pada kasus tertentu: ngiler bisa dikomentari ”Indonesia banget lu!”.

”Output” cinta

Sampai umur 29 tahun sekarang, tidak saya peroleh ”peluang menjadi pahlawan”, misalnya, dengan berjuang melawan Jepang atau Belanda. Tidak mengalami secara langsung Sumpah Pemuda, Kebangkitan Nasional, juga Proklamasi Kemerdekaan.

Ketika Reformasi terjadi, saya kesepian kuliah di Edmonton Kanada Utara tanpa seorang teman Indonesia pun. Bisa nama para menteri saja kurang dari 10 persen yang saya tahu. Tapi, saya yakin tidak ada satu pun para pendiri Indonesia yang menginginkan kata ”Indonesia” dilibatkan dalam idiom negatif ”Indonesia banget!”. Mereka pasti sedih kalau hidup cukup lama dan tahu hal ini.

Tapi, tolong jangan bilang saya tidak sedih, meskipun saya belum pernah menjadi ”aktivis nasionalisme” secara ”formal”. Juga jangan berani bilang saya tidak cinta Indonesia—meskipun, terus terang, memang saya menemukan masalah serius dalam hal ”mencintai Indonesia”.

Kalau mencintai seorang perempuan, sedikit mudah mencerna apa yang sebenarnya saya alami: suka bentuk tubuhnya, sikapnya, prinsipnya, kecerdasannya, hatinya, atau gabungan semuanya. Setelah mempelajari dan memperoleh kejelasan latar belakang orang yang saya cintai itu, akan saya tindak lanjuti dengan langkah berikutnya: mendapatkan cintanya, me-maintain cintanya, dan memastikan bahwa output dari semuanya adalah keluarga yang sakinah mawaddah warohmah, kalau perlu, keluarga madani.

Itu semua frame yang relatif sederhana. Akan tetapi, cintaku kepada Indonesia itu jenis yang mana? Kalau tahap itu belum jelas, mau menindaklanjuti dengan cara bagaimana? Output bagaimana yang saya harapkan?

Bagaimana agar Indonesia bisa dicintai

Terkadang ada satu hal fundamental yang saya selalu pertanyakan: ”diri”-ku yang primer itu ”diri” yang mana? Diri ”Noe”, diri ”anak band”, diri ”penikmat fisika dan matematika”, diri ”Muslim”, dan banyak dimensi identitas lainnya. Bahkan mana yang lebih utama aku sebagai diri ”anak ibuku” atau diri ”anak ayahku”.

Untung itu bukan pertanyaan check-point seperti dalam ujian nasional. Itulah kekayaan dinamis proses kehidupan setiap orang. Dan kalau kita bicara Indonesia dengan kebangkitannya, langsung saja terasa yang paling nyata adalah bahwa diriku adalah bagian dari Indonesia. Dan cara berpikir yang saya pilih bukan bagaimana cara mencintai Indonesia, tapi bagaimana agar Indonesia bisa dicintai. Minimal oleh diri Indonesia sendiri. Di situlah wilayah kontribusi ”bagian dari Indonesia” kepada ”Indonesia”. Subyek utamanya, tujuannya, output-nya adalah ”Indonesia”, sedangkan si ”bagian dari Indonesia” hanya kontributor.

Seratus tahun yang lalu, 20 Mei 1908, yaitu tanggal berdirinya Budi Oetomo, dikenang sebagai tonggak kebangkitan nasional. Merefleksikannya ke zaman ini, pertanyaan pertama (dan cliché) adalah: setelah seratus tahun, apakah kita sudah benar-benar bangkit?

Saat itu, membaca dari buku sejarah, dua kata kunci yang memicu semangat kebangkitan bisa ditarik langsung dari dua kata kunci: eksploitasi dan diskriminasi. Waktu itu diskriminasi termanifestasi dengan adanya kesenjangan dengan obyek : pribumi-nonpribumi. Eksploitasi terutama terdefinisikan (secara kasuistik) dengan tindakan Pemerintah Hindia-Belanda yang menggunakan uang orang Indonesia untuk merayakan ulang tahun kemerdekaan negerinya. Hal ini direspons oleh Ki Hadjar Dewantoro dengan artikelnya Als ik Nederlander was (seandainya saya orang Belanda), yang membawanya langsung ke penjara. Sebuah simbol perjuangan yang menebalkan polaritas dan membangkitkan semangat bersama.

Siklus alam dan lingkaran setan

Saat ini: untuk mengukur langsung tingkat kesuksesan semangat Kebangkitan Nasional, akan akurat jika mengukur dari dua kata kunci tersebut. Apakah di zaman sekarang masih ada yang namanya eksploitasi dan diskriminasi (negatif)?

Kita semua sadar pentingnya semangat kebangkitan, kita sadar kita ingin keluar dari stigma tersebut. Tapi, terlihat secara nyata dari pengalaman seratus tahun ini bahwa ada sebuah proses (bisa kita sebut lingkaran setan) dan dengan kedua ”setan” ini terpelihara dan justru terkembangbiakkan. Tidak hilang, tapi malah terlestarikan.

Contohnya dalam dunia pendidikan: ketidaksadaran akan pentingnya pendidikan (kesejahteraan guru, dana pendidikan tidak maksimal)—pendidik tidak mampu bekerja maksimal—murid terdidik dengan tidak maksimal—generasi/SDM lemah—ketidaksadaran akan pentingnya pendidikan, dan seterusnya. Diskriminasi terhadap hak pendidikan membawa degradasi generasi.

Kalau salah satu nilai yang dijunjung tinggi demokrasi adalah persamaan hak berkompetisi untuk setiap individu, padahal modal pendidikan (menjadi terdidik) adalah syarat utama untuk mampu berkompetisi tidak dapat terpenuhi (diskriminasi terjadi saat ada korelasi antara ”biaya pendidikan” dan ”kualitas pendidikan”), kita harus menyelesaikan persoalan ini dahulu sebelum berhak bicara banyak soal demokrasi.

Contoh lain dalam lalu lintas informasi: informasi tidak lengkap—salah persepsi—salah reaksi—salah sasaran—salah konklusi—disinformasi/informasi tidak lengkap. Eksploitasi disinformasi akan memperpanjang disinformasi, dan secara langsung memperpanjang kesempatan eksploitasi.

Beberapa generasi terlewati, tetap dalam lingkaran ini dan tetap tertunggangi oleh stigma-stigma ini. Yang kemudian melahirkan banyak masalah turunan yang begitu luas, akut, dan semakin sulit teridentifikasi akar masalahnya (apalagi pemecahannya). Belum ditambahi dengan budaya kita yang lebih suka menggariskan kebenaran dari norma dan bukan nilai.

Nyamuk dan generasi larva yang mandiri

Telur-larva-pupa-nyamuk-telur-larva. itulah lingkaran hidup nyamuk. Untuk memberantas nyamuk dibutuhkan cara yang efektif untuk memotong lingkaran hidup nyamuk ini sehingga lingkaran itu tidak bisa berputar secara komplet. Begitulah yang saya pelajari di SD.

Sepertinya tidak terlalu far fetched kalau kita mengadopsi cara berpikir yang sama. Dibutuhkan sebuah metode untuk memecahkan lingkaran setan ini. Masalah utamanya ternyata adalah ketidaksadaran posisi kita sebenarnya ada di mana. Mungkin sebenarnya kita sudah masuk di lingkaran tersebut. Mungkin lebih santun disebut: generasi saya, generasi muda. Sebentuk generasi larva yang terdesain sedemikian rupa untuk menjadi nyamuk di masa depannya.

Ketika beribu demo sudah dilakukan, ketika tenggorokan sudah kering berteriak tuntutan, ketika kita bingung sendiri kita baru saja menuntut apa, ketika sudah kehabisan orang yang dituntut untuk melakukan perubahan, ketika kita capai sendiri dan dengan sukarela memilih jadi salah satu dari yang dulu pernah kita benci. Sepertinya tidak ada pilihan lain: setelah larva adalah pupa dan jika berumur sedikit lebih panjang, kita akan menjadi nyamuk. Selesai.

Selesai?

Mungkin tidak kalau saja kita memulai sedikit berani. Kalau saja semua larva memutuskan untuk tidak mau menjadi bagian dari lingkaran hidup nyamuk. Kalau saja generasi larva ini beramai-ramai mendeklarasikan bahwa dirinya bukanlah larva dan tentu saja tidak menganut sifat-sifat ”kenyamukan”. Demo kali ini bukanlah berpawai ribuan orang dengan tuntutan-tuntutan yang diteriakkan. Demo yang ini adalah menyatakan jati diri dan sikap bahwa kita bukanlah larva. Kita adalah generasi baru dengan sikap dan pemikiran yang baru. Generasi ini menolak menjadi nyamuk, generasi ini generasi yang mandiri dan memilih menjadi garuda. Seharusnya dengan sikap dan pemikiran antitesis dari permasalahan selama ini.

Adalah dibutuhkan sebuah generasi mandiri (bukan hanya kontinuasi dari generasi sebelumnya) yang mau dan mampu mengubah dirinya sendiri, dan lepas dari lingkaran-lingkaran setan. Tak perlu menuntut nyamuk untuk berubah menjadi sapi. Tapi, kita pastikan kita tidak akan menjadi nyamuk, tapi menjadi generasi garuda yang sakti. Siapa tahu tahun 2008 sekarang ini adalah awal dari 100 tahun kedua dengan paradigma kebangkitan yang sudah berbeda dan tak kalah kreatif dari perintis 100 tahun pertama.

”Tidak mudah” itu pasti. ”Tidak mungkin” itu salah persepsi.

Deklarasi, petisi, hanya salah satu cara untuk memberi ”bendera” pada kebersamaan. Deklarasi menjadi mentah jika ia hanya menjadi simbol. Deklarasi akan menjadi sangat kuat bila ia menjadi ruh dari sebuah tekad yang ditanggungjawabi dalam bentuk sikap/tindakan secara bersama-sama. Tindakan adalah refleksi dari sikap. Sebelum ada tindakan semestinya datang dari pemikiran yang cermat, bersih dan obyektif. Sebuah pemikiran semestinya dilandasi sebuah nilai (tidak selalu norma) yang kita sepakati bersama sebagai sebuah kebenaran. Tanpa ada pernyataan nilai yang disepakati dan diusung bersama, ruh tindakan tidak akan hidup cukup panjang untuk membuat sebuah perubahan.

Noe Vokalis Kelompok Band Letto

Wednesday, April 09, 2008

Letto Events April 2008


02 04 2008: Saatnya Jadi Idola (live on air 13.00-15.00), RCTI, Jakarta
05 04 2008: Anniversary ILP ke - 30, Tennis Indoor Senayan, Jakarta
06 04 2008: Pestaphoria 2008 Probolingggo
08 04 2008: XL Pestaphoria 2008, Bima - Mataram
10 04 2008: Inbox SCTV Jakarta
11 04 2008: Show Medan
12 04 2008: Syuting Video Klip Gunung Putri Bogor
13 04 2008: Legu GAM 2008 Ternate
14 04 2008: Syuting Klip Chrisye -Jakarta
15 04 2008: AMI Award - Jakarta
17 04 2008: Special Music Trans 7 with Peterpan & D'Massive
18 04 2008: Greenfest, Parkir Timur Senayan, Jakarta
19 04 2008: Karnaval SCTV, Alun-Alun Utara, Jogja
20 04 2008: Hip Hip Hura SCTV, Alun-Alun Utara Jogja
23 04 2008: Dahsyat, RCTI Jakarta
24 04 2008: Special Program RCTI
25 04 2008: Bukan Rahasia, TV One Jakarta
26 04 2008: Ultah GMF & Launch Perumahan Airline City, Sport Mall Kelapa Gading, Jakarta
27 04 2008: Jalan Santai Radio Rama, Tegal Lega, Bandung
28 04 2008: Show Charity, Kebumen
29 04 2008: Show GOR UNY, Jogja
30 04 2008: Show Crown Café, Jakarta

pLettonic Berbicara Lingkungan Hidup


Sumber: JAWApos

TRAWAS - Untuk kali pertama pLettonic (sebutan untuk fans grup band Letto) bertemu. Istimewanya, pertemuan yang dikemas dalam Meet and Greet pLettonic iu dilakukan di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Ampuh, manajer pelaksana kegiatan ini menyatakan, konsep kegiatan pertemuan fans Letto dengan grup band asal Jogjakarta ini justru datang dari pLettonic sendiri. Yakni, diprakarsai oleh Rumah Tongkrongan, yang menjadi base camp pLettonic asal Jakarta. "Ideanya muncul dari pLettonic sendiri, dan kita menyesuaikan saja," jelas dia.

Diakui, Meet and Greet pLettonic ini sudah direncanakan sejak September 2007 lalu. Hanya, baru teralisasi Kamis-Jumat hari ini di Seloliman. "Kita tidak ingin kegiatan meet dan greet itu hanya bersifat bertemu dan happy-happy. Tapi, kita ingin agar pertemuan ini lebih bermakna," kata pemuda asal Semarang ini.

Sebuah pertemuan, bagi pLettonic harus dibuat se-bermakna mungkin. Pertemuan tidak sekadar say hello, namun lebih dari itu, ada ucapan saling menyapa yang di situ ada pembauran warna yang dibawa masing-masing pLettonic serta band Letto sendiri. "Ibaratnya, saya berbaju merah, Anda berbaju biru, lalu ketemu dan terciptalah sesuatu yang baru. Warna ungu misalnya," ujar Ampuh berfilosofi.

Demikian juga harapannya dalam ajang meet and greet kali ini. Dia berharap, dengan kegiatan yang berkonsep lingkungan, dan Letto membawa musik, maka akan tercipta sesuatu yang baru yang belum pernah ada sebelumnya. "Kami sih berharap ada saling menyapa, terjadi keharmonisan, kekompakan antar pLettonic dan syukur bisa menghasilkan sesuatu," ujarnya.

Para peserta yang datang kemarin lebih dari 100 pLettonic. Mereka berasal dari Malang, Surabaya, Bandung, Jakarta dan Jogjakarta. Sejak pagi kemarin mereka mengikuti beragam kegiatan outbond, mulai bermain kekompakan di lapangan hingga lomba memasak antar kelompok pLettonic.

Hiro, seorang mahasiswa UGM asal Jepang mengaku sangat tertarik mengikuti kegiatan ini. Tidak karena dirinya sebagai fans Letto, tetapi acara yang dikemas panitia sungguh menggugah selera. "Saya sendiri kaget, ternyata di Indonesia juga ada acara yang dikemas seperti ini. Saya baru tahu. Kalau di Jepang saya sudah pernah mengikuti," ujar mahasiswa jurusan Sastra Indonesia UGM ini.

Sementara malam harinya, grup band Letto menyuguhkan beberapa komposisi dari album mereka secara aukistik di lapangan tengah PPLH Seloliman. (in/nk)

Saturday, March 15, 2008

Meet & Greet LETTO & pLETTOnic 2008


Mulai tanggal 19-21 maret 2008, management LETTO ngadain acara Meet & Greet Letto & pLettonic yang bertempat di PPLH Seloliman, Trawas, Jawa Timur. Selain keakraban antar pLettonic & Letto, juga kegiatan bertemakan lingkungan hidup serta diadain games dan apresiasi dan ekspresi seni Letto & pLettonic.

Peserta yang ikut terbatas dan harus mendaftar terlebih dahulu. Info selengkapnya dan formulir pendaftaran ada di: SINI

Thursday, February 07, 2008

Letto Belajar Akting dari Utang

Banyak hutang ternyata membawa manfaat tersendiri bagi para personel band Letto. Mereka mengaku belajar akting dari kebiasaannya berhutang. Loh?

Bagi Noe, Dedi, Patub dan Ari memiliki banyak hutang adalah bagian dari hidup mereka yang paling menarik. Itu pula yang menginspirasi Letto melatih kecakapannya berakting.

Dimana-mana ada utang dan itu bagian dari proses akting,” ujar Noe sang vokalis ditemui di Planet Hollywood, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Selasa (5/2/2008) malam.

Gara-gara sering ditagih utang Noe jadi rajin berdalih. Hal kecil itu membuatnya merasa bahwa seluruh bagian dari kehidupan adalah akting.

Misalnya kita ditagih, kita belaga nggak punya duit. Pasang muka susah. Itu kan akting,” jelas Noe.

Kendati sudah terbiasa akting, Letto mengaku belum siap untuk berlaga di layar lebar. Namun jika terlibat produksi di belakang layar, mereka setuju untuk campur tangan garap naskah.

Akting? wah belum kepikiran. Kita masih banyak belajar,” tuturnya menutup pembicaraan.

source: detikhot

Wednesday, February 06, 2008

Bikin Lirik Puitis, Letto Tak Ingin Terkesan Sempit

Grup band Letto terkenal piawai dalam menciptakan lagu. Lirik lagu yang puitis, diakui Letto sengaja dibuat untuk memberi ruang kosong bagi pendengarnya. Sehingga tak terkesan sempit makna.

"Kita bikin lagu itu mencoba untuk sejujur mungkin dan pemilihan katanya pun kita bikin dan kita pilih yang bermakna dan punya arti. Biasanya, kita kalau bikin lagu itu, kita tuh selalu ingin memberi ruang kosong untuk pendengar agar mereka merasa bisa menjadi bagian dari lagu itu," ujar Noey yang ditemui di Planet Hollywood, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (5/2/2008).

Letto pun membiarkan pendengar musiknya memiliki interpretasi sendiri terhadap lagu mereka. Sehingga memberi kesan bahwa lagu mereka punya banyak arti dan tidak sempit.

Sementara itu, di video klip terbaru Letto berjudul Permintaan Hati, mereka berakting layaknya seorang aktor berpengalaman.

"Kalau dibilang pengalaman akting, kita sih punya pengalaman akting yang cukup panjang. Dulu waktu kecil, ngambil uang orangtua dan tidak ngaku itu sudah akting dan gue berhasil. Tapi, sebenarnya buat saya enggak asing juga sama yang namanya akting, karena aku pernah ikut theater," ungkapnya.

Bagi semua personel, menjadi aktor bukanlah keinginan terpendam mereka. Meski belakangan, sejumlah band Indonesia banyak yang bermain sinetron.

"Sebenarnya, rencana dan kesempatan itu sudah ada. Tapi, kalaupun nantinya kita terlibat kita enggak pengen cuma jadi pemain doang, kita juga pengen terlibat di belakang layar dan ikut dalam proses kreatifnya. Hal itu supaya kita bisa mendalami peran yang akan kita mainkan, lebih pada itu sih," tutur Noey.

Sementara itu, lagu Letto belum lama ini dijadikan judul sebuah buku.

okezone

Lagi, Lagu Letto Dibukukan

Setelah lagu 'Ruang Rindu' dibukukan kini giliran hits Letto lainnya yang ambil bagian. Adalah 'Sebelum Cahaya' yang didapuk menjadi sebuah kisah novel.

Kali ini buku tersebut ditulis oleh Karla M. Nashar. Garis besar lagu yang dijadikan soundtrack sinetron 'Cahaya' itu dituangkan dalam buku.
Kita nggak nyangka lagu kita dijadiin novel lagi. Kalau soal lirik yang katanya romantis dan puitis itu karena kita benar-benar milih kata-kata supada ada maknanya,” ujar Noe sang vokalis ditemui di Planet Hollywood, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Selasa (5/2/2008).

Kini band asal Yogyakarta itu sudah mulai mengasah kemampuannya di bidang akting. Dalam video klip 'Permintaan Hati', Letto habis-habisan berlaga bareng Marsha Timothy.

“Ya itu pengalaman akting yang sudah panjang untuk kita, dari kecil kita akting seperti ngambil uang jajan diam-diam dari orang tua, nggak merasa bersalah,” jelas Noe.

Saturday, February 02, 2008

Sampai Nanti Sampai Mati (Video Live)

Musik Spesial Trans TV


di tahun 2008 ini letto tampil beda dibadingkan tahun-tahun sebelumnya, untuk penampilan panggung lebih berani dalam bereksplorasi, mungkin karena benang merah dari mereka sendiri yang dibesarkan dari dunia musik tradisional, khususnya dengan kelompok kiai kanjeng.

saat tampil di musik special transtv tempo hari, mereka bereksplorasi dengan gamelan plus tembang jawa pada saat akan membawakan "permintaan hati" salah satu single terbaru letto, patub selain fasih main gitar ternyata ok juga bawain tembang jawa. Pada saat memperdengarkan "sebenarnya cinta"-pun mereka buka dengan hits "love of my life" milik kelompok legendaris queen. di acara yang lain juga sempat bawain "I want to break free" bersama kris dayanti dan gitaris irfan samsons.

lebih heboh lagi pada saat bawain sebelum cahaya, dibuka ama permainan alat musik tradisional china yang bernama 'phipha' sejenis alat yang terbuat dari kayu dan tulang unta dan dimainkan oleh salah satu bintang tamu yang sebelumnya juga pernah tampil bersama saat acara ultah indosiar. tak kalah nyentrik penampilan Noe dengan busana ala china-nya... so lagu "sebelum cahaya'" versi oriental ini paling asik.

"sampai nanti sampai mati" single album pertama letto dibawain dengan nuansa padang pasir.... mulai dari gitar patub yang beda... penampilan semua personil letto yang bersorban..... bahkan cornel rela nutupin semua mukanya dengan sorban.

lagu terakhir di penghujung acara selain 'ruang rindu" yang dibawain bersama drive, kerispatih dan matta band secara kolaborasi, juga 'sandaran hati yang jadi penampilan pamungkas letto malam itu.

bagaimana penampilan letto di masa-masa mendatang? Kita ikutin aja perkembangannya.

buat plettonic yang penasaran ama penampilan letto saat itu sudah diposting juga videonya di blog ini.

Letto @ February 2008


02.Feb.2008: Sidoarjo Bangkit, Sidoarjo
03.Feb.2008: AnNIDJIversary, RCTI, Jakarta
04.Feb.2008: Interview Majalah Tempo, Jakarta
05.Feb.2008: Launching Novel "Sebelum Cahaya", Jakarta
06-07-08-11.Feb.2008: Behind The Song, Trans TV, Jakarta
12.Feb.2008: Kuis Deal or No Deal RCTI, Jakarta
14.Feb.2008: Show, Makassar
15 - 16.Feb.2008: Brunai Darusallam Tour, Empire Theater, Brunei Darusallam
17.Feb.2008: Annual Dinner Show & Football Awards, Empire Theater, Brunei Darusallam
18.Feb.2008: Brunai Darusallam Tour (Back to Indonesia)
20.Feb.2008: Office Boy (OB - Pagi), RCTI, Jakarta
22.Feb.2008: Show, Fame, Bandung
23.Feb.2008: Show, Batam
25.Feb.2008: Monday Soundsation Global TV, Pollo Campero, Jakarta
26.Feb.2008: Show, Wonogiri

Wednesday, January 09, 2008

Letto @ January 2008


07-01-2008, 15:00: Rumpi, Trans TV, Jakarta
07-01-2008, 21:30: Empat Mata, Trans7, Jakarta
11-01-2008, 19:00: Ultah Indosiar, Jakarta
13-01-2008: Sunsilk, Trans TV, Jakarta
14-01-2008: PLN- RCTI, Musik Hits, Jakarta
20-01-2008: BRI, Trans TV, Jakarta
21-01-2008: Promo Radio, Jakarta
22-01-2008: Meet & Greet Aneka Magazine, Jakarta
23-01-2008: Ultah TPI, Jakarta
25-01-2008: Molto, RCTI, Jakarta
26-01-2008: Grand Final Pantene, Trans TV, Jakarta

*) sewaktu waktu dapat berubah

Semarak F13sta Indosiar


letto, hari jumat (11.januari.2008) akan menyemarakkan acara “semarak f13sta indosiar” dalam rangka ultah indosiar ke 13 yang akan disiarkan secara langsung mulai jam 7 malam.
selain letto akan tampil juga peterpan, nidji, gigi, she, ungu, the titans, andra & the backbone. pinkan, gita gutawa dan beberapa artis lainnya.

jaga tanggal tayangnya atau datengin langsung venue-nya