LETTO on Facebook

Sebelum Cahaya (Video Clip)

Friday, October 24, 2008

Bunga Di Malam Itu (Video Klip)



In This Video:
Noe/ Sabrang Mowo Damar Panuluh (vokal) - Patub/ Agus Riyono (gitar)
Arian/ Ari Prastowo (bas) - Dhedot/ Dedi Riyono (drum)
Song:
Bunga Di Malam Itu
Album:
Don't Make Me Sad (2007)
Label:
Musica Studio's
Band:
Letto

Thursday, September 18, 2008

Cinta Yang Sempurna, Kolaborasi Noe Letto & 6ixth Sense


Siapa yang tak kenal Letto, salah satu band dari Jogja yang udah mulai melanglang ke kawasan malaysia dan singapura, salah satu bukti selain pernah memenangi salah satu kategori di Anugrah Planet Muzik tahun lalu, album Letto juga di edarkan di negara tetangga tersebut. Salah satu bukti lain, Noe (Sabrang Mowo Damar Panuluh) salah satu vokalis Letto mendapatkan kehormatan untuk berkolaborasi band asal Malaysia yang bernama 6ixth Sense dalam salah satu single bertajuk "Cinta Yang Sempurna", sebuah single bernafaskan ketuhanan (salah satu ciri khas Letto).

Sepanjang Ramadhan ini, "Cinta Yang Sempurna", di Malaysia diproduksi Rumpun Records & Metadome Records merajai tangga lagu di radio Malaysia Singapura dan untuk Indonesia menurut rencana juga akan diedarkan tetapi nama 6ixth Sense akan diganti menjadi Tirta. Tetapi untuk penggemar Letto alias pLettonic udah dapat menikmati single ini selain di situs resmi 6ixth Sense juga dapat dilihat video klipnya di YouTube maupun postingan blog ini sebelumnya.

Lagu "Cinta Yang Sempurna" digarap bareng cuman beberapa jam saja oleh Noe - 6ixth Sense dan dibawakan secara apik yang menceritakan tentang manusia yang mencari cinta sejati, cinta yang sempurna, mencari suatu hal yang hakiki yang hanya ditemukan dengan cinta sempurna pada Tuhan Yang Maha Esa.

Trus siapa sih 6ixth Sense alias Tirta? Band ini di Malaysia udah mengeluarkan 2 buah album produksi Rumpun Records bertajuk "Hari Ini" (2006) dan "6ixth Sense" (2007), band ini beranggotakan Adi (vokal), Wan (drum), Ayoy (bass), Atan (gitar) dan Gjie (gitar). Vokalis 6ixth Sense Adi yang bernama lengkap Adi Priyo Sambodo adalah lelaki asal Jember Jawa Timur yang mengadu nasib di ranah musik Malaysia. Kolaborasi dengan salah satu personil Letto menjadi kebanggaan tersendiri buat 6ixth Sense terutama Adi sang vokalis,"Saya juga tidak menyangka peluang berduet bersama Noe akhirnya menjadi kenyataan. Siapa yang tidak kenal dengan kumpulan Letto yang pernah mencipta fenomena seketika di Malaysia sebelum ini. Peluang keemasan itu sememangnya ditunggu-tunggu oleh kami (6ixth Sense) apatah lagi dapat berkolaborasi bersama Noe, satu nama yang besar dalam industri muzik di Indonesia".

Ok deh, kita tunggu rilis resmi-nya di Indonesia, apakah 6ixth Sense akan berhasil di dunia musik Indonesia seperti Letto dan bebarapa musisi Indonesia di Malaysia atau dengan nama besar Letto lagu "Cinta Yang Sempurna" akan menjadi hits juga di Indonesia?

Single: Cinta Yang Sempurna
Label: Rumpun Records Malaysia
Band: 6ixth Sense & Noe Letto
Member:
Mohd Safwan Hasnan/ Wan (Drum)
Mohd Faiz Azizi/ Gjie (Guitar)
Adi Priyo Sambodo/ Adi (Vocal)
Shahrul Effendy Sha'ari/ Atan (Guitar)
Mohd Fairos Ramli/ Ayoy (Bass)
Official Site:
http://www.myspace.com/6ixthsense
http://www.metamobile.com.my/6ixthsense




Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc


Memiliki Kehilangan (Video Klip)





Monday, August 11, 2008

Letto Menghargai Diri Sendiri


Mereka ini adalah sebuah band yang sangat konseptual. Dan mereka adalah Letto yang khas dengan lagu-lagu yang puitis, pop-romantis. Melalui A Mild Live Soundrenaline 2008 "free Your Voice", Letto mengajak music maniacs Yogyakarta untuk bisa menghargai diri sendiri, dan bangga untuk menjadi diri sendiri.

"Walaupun kita kambing ataupun sapi, kita harus bisa dan mau mengakui diri sendiri," ungkap Noe. Melalui atribut khas Jawa, memadukan musiknya dengan irama khas javanesse, Letto tidak bosan-bosannya untuk menyuarakan untuk juga bisa menghargai karya dalam negeri.

Ditanya soal obsesinya untuk mengikuti journey to Abbey Road, Letto menyatakan tidak begitu terobsesi, dan hanya menjadikan sara hiburan saja bila mereka bisa dikirim kesana. "Soundrenaline sebagai sarana ekspresi bukannya obsesi. Untuk ke London, hanya menjadi hiburan buat kita," tutup Noe. Letto yang tampil menjelang sore mempertunjukan kebolehan gitaris dan bassistnya dalam mempermainkan dawai menjadi dinamika dan harmonisasi yang sangat kaya, seperti aransemen ulang "Sampai Nanti, Sampai Mati" yang membuka penampilan mereka hari ini

"Kami juga memakai tarian khas Bali, biar kita juga bisa menghargai diri kita yang lain," lanjut Noey. Letto rupanya berhasil menghibur music maniacs yang hadir, sekaligus menyuarakan hal-hal yang positif. Setiap penonton merasa sejuk suasananya pada saat mendengarkan "Sebelum Cahaya", dilatari oleh terbenamnya matahari di Prambanan

all about letto on www.the-letto.blogspot.com

Tuesday, July 22, 2008

Provokator Di Soundrenaline

"Mau waras atau mau gila terserah. Yang penting jangan gampang dipengaruhi!"

Itulah kata-kata spontan yang terucap dari mulut Noe di tengah-tengah aksi panggung Letto pada A Mild Live Soundrenaline 2008 Medan. Kata-kata ini merupakan lanjutan dari aksi provokatif Noe beberapa saat sebelumnya dengan kata-kata yang lebih pedas.Bahkan pada aksi tunggalnya ini Noe menyinggung-nyinggung soal partai-partai politik yang bejibun jumlahnya.

Tapi tentu saja Noe tidak bermaksud mengajak penonton untuk melakukan hal-hal yang negatif. Sebaliknya Noe hanya ingin menyadarkan penonton akan makna dari slogan Free Your Voice yang diusung A Mild Live soundrenaline 2008.

"Kalau mau free your voice kalian harus free your mind dulu!", begitu teriak Noe kepada ribuan music maniacs yang berkumpul di Lanud AU Polonia Medan.

Yang pasti penampilan Letto mengusung lagu-lagu hits sangat jauh dari unsur provokasi. Penampilan Letto pada sore hari itu cukup menghanyutkan. Lagu-lagu seperti Sampa Nanti Sampai Mati, Permintaan Hati, Ruang Rindu, serta Sebelum Cahaya malah sukses mengajak penonton untuk membuat koor massal. Nyaris tidak ada penonton yang tidak ikutan bernyanyi.

Kalau begini Letto memang benar-benar provokator di A Mild Live Soundrenaline kali ini. Buktinya penonton mau saja dipengaruhi mereka untuk ikutan bernyanyi. (DT)