LETTO on Facebook

Sebelum Cahaya (Video Clip)

Wednesday, April 09, 2008

Letto Events April 2008


02 04 2008: Saatnya Jadi Idola (live on air 13.00-15.00), RCTI, Jakarta
05 04 2008: Anniversary ILP ke - 30, Tennis Indoor Senayan, Jakarta
06 04 2008: Pestaphoria 2008 Probolingggo
08 04 2008: XL Pestaphoria 2008, Bima - Mataram
10 04 2008: Inbox SCTV Jakarta
11 04 2008: Show Medan
12 04 2008: Syuting Video Klip Gunung Putri Bogor
13 04 2008: Legu GAM 2008 Ternate
14 04 2008: Syuting Klip Chrisye -Jakarta
15 04 2008: AMI Award - Jakarta
17 04 2008: Special Music Trans 7 with Peterpan & D'Massive
18 04 2008: Greenfest, Parkir Timur Senayan, Jakarta
19 04 2008: Karnaval SCTV, Alun-Alun Utara, Jogja
20 04 2008: Hip Hip Hura SCTV, Alun-Alun Utara Jogja
23 04 2008: Dahsyat, RCTI Jakarta
24 04 2008: Special Program RCTI
25 04 2008: Bukan Rahasia, TV One Jakarta
26 04 2008: Ultah GMF & Launch Perumahan Airline City, Sport Mall Kelapa Gading, Jakarta
27 04 2008: Jalan Santai Radio Rama, Tegal Lega, Bandung
28 04 2008: Show Charity, Kebumen
29 04 2008: Show GOR UNY, Jogja
30 04 2008: Show Crown Café, Jakarta

pLettonic Berbicara Lingkungan Hidup


Sumber: JAWApos

TRAWAS - Untuk kali pertama pLettonic (sebutan untuk fans grup band Letto) bertemu. Istimewanya, pertemuan yang dikemas dalam Meet and Greet pLettonic iu dilakukan di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Ampuh, manajer pelaksana kegiatan ini menyatakan, konsep kegiatan pertemuan fans Letto dengan grup band asal Jogjakarta ini justru datang dari pLettonic sendiri. Yakni, diprakarsai oleh Rumah Tongkrongan, yang menjadi base camp pLettonic asal Jakarta. "Ideanya muncul dari pLettonic sendiri, dan kita menyesuaikan saja," jelas dia.

Diakui, Meet and Greet pLettonic ini sudah direncanakan sejak September 2007 lalu. Hanya, baru teralisasi Kamis-Jumat hari ini di Seloliman. "Kita tidak ingin kegiatan meet dan greet itu hanya bersifat bertemu dan happy-happy. Tapi, kita ingin agar pertemuan ini lebih bermakna," kata pemuda asal Semarang ini.

Sebuah pertemuan, bagi pLettonic harus dibuat se-bermakna mungkin. Pertemuan tidak sekadar say hello, namun lebih dari itu, ada ucapan saling menyapa yang di situ ada pembauran warna yang dibawa masing-masing pLettonic serta band Letto sendiri. "Ibaratnya, saya berbaju merah, Anda berbaju biru, lalu ketemu dan terciptalah sesuatu yang baru. Warna ungu misalnya," ujar Ampuh berfilosofi.

Demikian juga harapannya dalam ajang meet and greet kali ini. Dia berharap, dengan kegiatan yang berkonsep lingkungan, dan Letto membawa musik, maka akan tercipta sesuatu yang baru yang belum pernah ada sebelumnya. "Kami sih berharap ada saling menyapa, terjadi keharmonisan, kekompakan antar pLettonic dan syukur bisa menghasilkan sesuatu," ujarnya.

Para peserta yang datang kemarin lebih dari 100 pLettonic. Mereka berasal dari Malang, Surabaya, Bandung, Jakarta dan Jogjakarta. Sejak pagi kemarin mereka mengikuti beragam kegiatan outbond, mulai bermain kekompakan di lapangan hingga lomba memasak antar kelompok pLettonic.

Hiro, seorang mahasiswa UGM asal Jepang mengaku sangat tertarik mengikuti kegiatan ini. Tidak karena dirinya sebagai fans Letto, tetapi acara yang dikemas panitia sungguh menggugah selera. "Saya sendiri kaget, ternyata di Indonesia juga ada acara yang dikemas seperti ini. Saya baru tahu. Kalau di Jepang saya sudah pernah mengikuti," ujar mahasiswa jurusan Sastra Indonesia UGM ini.

Sementara malam harinya, grup band Letto menyuguhkan beberapa komposisi dari album mereka secara aukistik di lapangan tengah PPLH Seloliman. (in/nk)

Saturday, March 15, 2008

Meet & Greet LETTO & pLETTOnic 2008


Mulai tanggal 19-21 maret 2008, management LETTO ngadain acara Meet & Greet Letto & pLettonic yang bertempat di PPLH Seloliman, Trawas, Jawa Timur. Selain keakraban antar pLettonic & Letto, juga kegiatan bertemakan lingkungan hidup serta diadain games dan apresiasi dan ekspresi seni Letto & pLettonic.

Peserta yang ikut terbatas dan harus mendaftar terlebih dahulu. Info selengkapnya dan formulir pendaftaran ada di: SINI

Thursday, February 07, 2008

Letto Belajar Akting dari Utang

Banyak hutang ternyata membawa manfaat tersendiri bagi para personel band Letto. Mereka mengaku belajar akting dari kebiasaannya berhutang. Loh?

Bagi Noe, Dedi, Patub dan Ari memiliki banyak hutang adalah bagian dari hidup mereka yang paling menarik. Itu pula yang menginspirasi Letto melatih kecakapannya berakting.

“Dimana-mana ada utang dan itu bagian dari proses akting,” ujar Noe sang vokalis ditemui di Planet Hollywood, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Selasa (5/2/2008) malam.

Gara-gara sering ditagih utang Noe jadi rajin berdalih. Hal kecil itu membuatnya merasa bahwa seluruh bagian dari kehidupan adalah akting.

“Misalnya kita ditagih, kita belaga nggak punya duit. Pasang muka susah. Itu kan akting,” jelas Noe.

Kendati sudah terbiasa akting, Letto mengaku belum siap untuk berlaga di layar lebar. Namun jika terlibat produksi di belakang layar, mereka setuju untuk campur tangan garap naskah.

“Akting? wah belum kepikiran. Kita masih banyak belajar,” tuturnya menutup pembicaraan.

source: detikhot

Wednesday, February 06, 2008

Bikin Lirik Puitis, Letto Tak Ingin Terkesan Sempit

Grup band Letto terkenal piawai dalam menciptakan lagu. Lirik lagu yang puitis, diakui Letto sengaja dibuat untuk memberi ruang kosong bagi pendengarnya. Sehingga tak terkesan sempit makna.

"Kita bikin lagu itu mencoba untuk sejujur mungkin dan pemilihan katanya pun kita bikin dan kita pilih yang bermakna dan punya arti. Biasanya, kita kalau bikin lagu itu, kita tuh selalu ingin memberi ruang kosong untuk pendengar agar mereka merasa bisa menjadi bagian dari lagu itu," ujar Noey yang ditemui di Planet Hollywood, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (5/2/2008).

Letto pun membiarkan pendengar musiknya memiliki interpretasi sendiri terhadap lagu mereka. Sehingga memberi kesan bahwa lagu mereka punya banyak arti dan tidak sempit.

Sementara itu, di video klip terbaru Letto berjudul Permintaan Hati, mereka berakting layaknya seorang aktor berpengalaman.

"Kalau dibilang pengalaman akting, kita sih punya pengalaman akting yang cukup panjang. Dulu waktu kecil, ngambil uang orangtua dan tidak ngaku itu sudah akting dan gue berhasil. Tapi, sebenarnya buat saya enggak asing juga sama yang namanya akting, karena aku pernah ikut theater," ungkapnya.

Bagi semua personel, menjadi aktor bukanlah keinginan terpendam mereka. Meski belakangan, sejumlah band Indonesia banyak yang bermain sinetron.

"Sebenarnya, rencana dan kesempatan itu sudah ada. Tapi, kalaupun nantinya kita terlibat kita enggak pengen cuma jadi pemain doang, kita juga pengen terlibat di belakang layar dan ikut dalam proses kreatifnya. Hal itu supaya kita bisa mendalami peran yang akan kita mainkan, lebih pada itu sih," tutur Noey.

Sementara itu, lagu Letto belum lama ini dijadikan judul sebuah buku.

okezone