LETTO on Facebook

Sebelum Cahaya (Video Clip)
Showing posts with label Fans. Show all posts
Showing posts with label Fans. Show all posts

Saturday, August 25, 2007

Mailing List (Fans) LETTO di Yahoo!


Click here to join letto
Click to join letto


mailing list (milis) fans letto yang beralamat di yahoogroups sudah ada sejak dibuat 16 april 2006, sampai saat ini sudah ada 204 member yang join di milis ini meski milis ini tidak dipublikasikan.

pada awalnya dibentuk sebagai tempat ngumpulnya fans letto dan menjadi salah satu penyampai informasi yang berhubungan dengan letto. pada saat itu belum ada web resminya, yang ada hanya blog unofficial yang dibuat oleh fans Letto dan beralamat di planet letto. pada perkembangannya traffic pengunjung blog ini saat ini tinggi sekali, plettonic yang berkunjungpun bukan cuma berasal dari dalam negeri doang tapi juga negara-negara lain, malaysia, singapura, philiphine, hongkong, usa dll.

tentang milis itu sendiri bersifat unofficial juga, tapi dari membernya pun berasal dari management letto juga ada yang joint beberapa hari setelah dibentuk, member dari luar terbanyak berasal dari malaysia & singapura. Semoga aja milis ini direstui alias dijadiin official milis buat fans letto.

buat ngedaftar jadi member, kunjungi aja di milis letto atau kirim email kosong yang ditujukan ke letto-subscribe@yahoogroups.com

Tuesday, October 31, 2006

Untitled (From Palembang To Jogja)

Oleh: Metha Kurniaty, merely_an_id@yahoo.co.id

Beberapa bulan belakangan ini, kami mencoba untuk lebih dekat lagi ke Letto
Bukan hanya sekedar memaknai apa sebenarnya inti dari lagu yg mereka miliki.
Tapi mencoba untuk lebih dekat juga dengan sekumpulan manusia yang ada di belakangnya.
Letto bagi kita-kita, pertama ada, hnya sebagai lagu pengisi waktu luang saja
Tapi belakangan berubah menjadi lagu yang WAJIB didengarkan
Untuk beberapa alasan, kita menyebut mereka SODARA ...
( ... ehehe... semoga saja mereka tidak keberatan yaa ... )
Bukan karena adanya ikatan darah diantara kita
Tapi lebih ke persamaan pengalaman hidup, yang ada pada lagu mereka

Wednesday, September 20, 2006

Dari Fans Buat Letto

Suci: Mas LETTO puniko band ingkang sae sanget nggih....taksih nem-nem nanging lagunipun mboten cengeng, mboten vulgar....malahan kathah nasehat, perenungan ingkang sae..mboten nggurui....mugi-mugi mas LETTO saget dados band ingkang tetep sederhana ananging penuh makna...:)

pradiksa: Letto... klo gw dnger diCD sih bagus gak ada yg nyeleneh sdkt pun baik dr suara /pun instmnt yg ada ddlmny, hebat dimixing, IT skrg mmg canggih tp coba kalo live anchur bgt, kok bs sdmikian anchurnya? shrsny sdh expert wlau gak perfect pling tdk hrs mndkati, klo bs sbgs yg ada diCD dong, sdar gak klo klian tlh mlakukan KEBOHONGAN PUBLIC, lagian musiknya biasa aja tuh, malah terkesan aneh. Faktor fisikkah? krg lathn? /bingung krn trlalu bnyk instrmnt yg hrs dmainkn sdgkn klian cm br4 higga hrs tmbh addplyer pula, bknny letto slalu mlakukan hal yg sama tiap hriny manggung sana sini ...

Vhie2andra: Letto....... Gw salut ma kamu semua... bangga punya kalian.... sebagai pendatang baru... kalian ok banget... good luckk..be the best n maju terus ya...:)

gitablu: saya suka banged sama musik kalian..enak ya. Saya mulai mendengar musik Letto sejak teman saya meminjamkan cd Lettonya ke saya. Dan ternyata memang enak sekali.. Go Letto Go..

rockmadoen: secara keseluruhan ok juga nich album.liriknya ngena, buat para pemuja cinta nendang secara halus.haha...tapi kalo bisa album yg akan datang aga ngebeat lagi donk.sukses bro.

Jk: letto,, dulu cuman suka yg sandaran hati nya doank,, tp skarang ... malah tambah membahana di Melaka.. orang sini belum pada taw letto,, tapi ntar bakal gw puter sring2.. biar org2 pada order kasetnya.

[BACA SELENGKAPNYA DI SINI]

Monday, July 17, 2006

Profil Letto: Sabrang Mowo Damar Panuluh (Noe)

Noe, Menganggap Cak Nun Sebagai Teman Ketimbang Ortu.

Kata demi kata, kalimat demi kalimat menyembur dari mulut basah pemuda bercelana Jeans yang sobek-sobek dari pangkal paha hingga menyentuh mata kaki ini. Sesekali bahasanya beraroma sastra. Lain kali terdengar begitu teoritis dan matematis. Namun tak jarang ia mengumbar plesetan dan canda ria dengan logat jawanya yang begitu kental. Jari-jari tangan kanannya menjepit sebatang rokokputih. Sosok ini tak lain adalah Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe, vokalis grup band Letto yang tengah merangkak naik.

Ternyata, vokalis grup band ini adalah putra budayawan Emha Ainun Najib hasil perkawinannya dengan Neneng. Rupanya gaya pendidikan Cak Nun (panggilan Emha) begitu membekas terhadap anaknya. Saat berbincang, Noe menyebut ayahnya dengan inisial CN (kependekan dari Cak Nun).

"Sejak kecil hingga sebesar ini, belum pernah dia memerintah harus begini atau begitu. Dia selalu mengajarkan dasar pemikiran yang jelas. Segala sesuatu harus mulai dengan. Mau main hujan aja harus tau alasannya apa," papar lelaki berzodiak Gemini itu.

Menurutnya CN membekali banyak hal, termasuk mendekatkan dirinya pada Tuhan. Tapi jangan bayangkan budayawan mbeling itu menyuruh anaknya Sholat, ngaji atau perintah-perintah akhirat yang sejenisnya.
"Untuk urusan spiritual, CN mengajari saya bagaimana menjadikan Tuhan sebagai teman. Misalnya saat melihat rumput yang tumbuh. CN mengatakan itu bukan saja proses alam, melainkan proses Tuhan juga ada di situ" tukas penyuka makanan Sushi ini.
"CN mengajarkan bagaimana hidup dan memahami masalah. Ibarat komputer, CN bukan memberi data, tapi membentuk processor. Sehingga apapun yang masuk menjadi jelas karena processor-nya jelas. Makanya saya lebih menganggap CN sebagai teman dari pada sebagai orang tua," lanjutnya.

Sejak kecil Noe, tinggal di Metro daerah Lampung. Saat menginjak umur 6 tahun, orangtuanya memutuskan untuk bercerai. Noe menjadi korban broken home? Ternyata tidak. Memang alumnus SD 1 Yosomulyo, Lampung itu sempat bertanya-tanya tentang hubungan kedua orang tuanya. Sehingga wajar ketika Noe kecil makin sering diskusi dengan CN. Untungnya CN bisa menggiring anaknya untuk percayaakan keputusan cerai terhadap istri pertamanya.

"Saya tidak menerima itu sebagai suatu perpisahan. Karena CN sering datang ke lampung. Hubungan mereka tetap seperti saudara. sampai sekarangpun tetap baik," kata alumnus SMP Xaverius Metro Lampung ini. Noe mengaku tidak merasa punya pengalaman traumatis kehancuran bahtera rumah tangga kedua orangtuanya. Dia melihat itu dengan jernih dan menganggapnya sebagai keputusan logis, bukan emosional semata.
"Yang terbaik emang seperti itu. kalaupun mereka pisah saya nggak merasa kehilangan apapun," terang anak pertama dari empat bersaudara ini.

Setelah lulus SMP, Noe memutuskan untuk melanjutkan studinya ke Jogja. Tahun 1998, kemudian Noe melanjutkan jenjang pendidikannya ke University of Alberta, Kanada dengan mengambil konsentrasi bidang Matematika. Namun rupanya, kakak dari Haya, Obal dan Rampak ini belum puas. Selain itu, karena otaknya yang eamng terbilang encer, Noe menambah konsentrasi di bidang lain yakni Kimia. Selain itu di negeri bule itu, Noe belajar tentang musik teknologi.

Tahun 2004, vokalis yang bercita-cita ingin memiliki pusat riset ilmu pengetahuan ini kembali ke tanah tampah darahnya.
"Ide-ide tentang ilmu yang dulu saya pelajari di Kanada tak kumpulin di HP. Entah kapan punya kesempatan untuk merealisasikan ide itu." tandas cucu dari Pak kami dan Bu Kami ini.

Noe mengaku sebenernya ia bukan orang yang punya talent di dunia musik dan hanya sebatas suka mendengarkan musik. Sebelumya ia lebih enjoy menjadi sosok di belakang layar dari pada tampil di atas hiruk-pikuk panggung. Semuanya bermula ketika pamannya memberikan kaset bekas kumpulan lagu-lagu Queen. Saat itu dia masih duduk di bangku SMP. Setelah mendengarkan berulang kali, akhirnya dia punya pikiran bagaimana membuat musik yang bisa menggerakkan rasa dan menggerakkan perasaan orang lain. Mulailah Noe bersentuhan dengan keyboard, alat yang pertama ia sentuh.

"Sebenernya aku gak iso nyanyi. Karena kebetulan saat bikin lagu, tidah ada yang nyanyi. jadi sebenernya terpaksa. lantas kemudian ketika memasuki wilayah industri, harus nyanyi," canda pria kelahiran 10 Juni 1979 ini. Sebagai tempat pelampiasan bermusik, Noe memanfaatkan studio Kyai Kanjeng, grup musik milik ayahnya sebagi tempat praktiknya. Kreasi hobinya tak sia-sia. Lagu-lagu yang sekarang ngetop dibawakan Letto merupakan hasil kreativitasnya.
"Dari studio Kanjeng, saya bisa ngerti bagaimana mixing, mastering dan memproduksi musik," ungkap anak tiri bintang sinetron Novia Kolopaking itu.

Seiring dengan berjalannya waktu, penyuka aktor Morgan Freeman ini meyadari akan segala kekurangan skill-nya di ranah musik. Tuntutan belajarpun mulai menggelisahkan dirinya. Penggalian bakat mulai dilakukan dengan lebig serius. Beruntung Noe tipe orang yang tak malu-malu bertanya dan belajar.
"Saya belajar kepada ibu Bertha. Menimba ilmu dengan siapa saja. Malah kalo ketemu Rendra, saya banyak belajar dari dia bagaimana mengangkat performance di atas panggung," akunya.

Saat ditanya tentang keterlibatan dengan narkoba, Noe menjawab seperti diplomat ulung, "Semua orang tau bahwa api itu panas. Apa perlu membuktikan sendiri kalo api itu panas. Begitu juga narkoba. saya sudah melihat sendiri bagaimana efek yang ditimbulkan narkoba," katanya.

Noe pun kini merasa senang dengan respons masyarakat terhadap karya dirinya dan teman-temannya di grup band Letto. Tapi ia tak mau semua itu nantinya malah akan mengubah siapa mereka sebenarnya.

Nama Lengkap: Sabrang Mowo Damar Panuluh (Noe)
Tanggal Lahir: Jogjakarta, 10 Juni 1979
Posisi: Vokalis dan Keyboard
Musik Fave: Queen, Yani, Kitaro
Sekolah: SD 1 Yosomulyo Lampung, SMP Xaverius Metro Lampung, SMA 7 Jogja, University of Alberta Kanada
Friendster: http://www.friendster.com/user.php?uid=1628387
Mobile: +6281227xxxxx

(Sumber: Genie, photo: Tam)