Vokalis Letto Sabrang Mowo Damar Panuluh atau lebih dikenal dengan Noe mencicipi profesi lain selain menyanyi. Noe menjadi produser untuk film yang mengangkat kisah Tenaga Kerja Wanita (TKW).
Kisah TKW di Hong Kong itu diangkat ke dalam film 'Hong Kong Rhapsody' yang disutradarai Lola Amaria. Noe tertarik menjadi produser ketika ia mengobrol bareng Lola.
"Saya sebenarnya tahu Lola obsesi untuk menjadi TKI. Tapi memang ini berawal dari ide-ide dan ternyata kita mempunyai interest yang sama," jelasnya saat ditemui di Restoran Bebek Bali, Senayan, Jakarta, Senin (27/10/2008).
Noe yakin film yang diproduserinya itu akan menghasilkan seorang bintang besar. Siapa bintang besar itu? Putra Emha Ainun Najib itu mengaku masih mencarinya.
Untuk soundtrack, Noe ternyata juga belum menemukan siapa yang akan menggarapnya. Kenapa tidak Letto saja?
"Seandainya beliau yang bikin soundtrack akan lebih hebat dari Letto, siapakah beliau itu, masih dipertanyakan," ujarnya penuh tanda tanya.
Keterlibatannya sebagai produser diakui Noe tidak akan mengganggu kinerjanya di Letto. Ia juga enggan disebut melakoni aksi coba-coba.
"Semua faktor nggak ada yang disepelekan, kalau bisa jalan dua-duanya, jadi jalanin. Dunia itu terlalu kaya untuk dipersempit seperti itu," tandasnya.
detikcom
LETTO on Facebook
Showing posts with label Patub. Show all posts
Showing posts with label Patub. Show all posts
Tuesday, October 28, 2008
Noe 'Letto' Jadi Produser Film TKW
Tuesday, July 11, 2006
Profil Letto: Agus Riyono (Patub)
Terjun ke dunia Band dimulai sejak ia duduk di bangku SMP dan sering memainkan lagu-lagu milik Koes Plus.
Kemudian pengenalan akan musik berlanjut ke aliran rock seperti Scorpion, Queen dan Led Zeppellin.
Ketika bangku kuliah, cowok kelahiran 2 Agustus 1979 ini mengubah aliran musik lebih ke arah classic rock.
Ia juga mengaku sempat merasakan menjadi drumer, tetapi hanya sesaat.
Sebab lama kelamaan ia lebih fokus ke gitar sampai akhirnya bergabung di LETTO.
Patub mengaku belajar musik secara otodidak.
Sebenarnya, patub yang berperawakan kurus ini ingin sekolah formal dibidang musik agar bisa mengetahui teknik dan metode main gitar yang benar.
Hanya saja, keinginan sarjana pertanian UGM tersebut belum kesampaian lantaran sibuk show LETTO yang padat sekali.
Kini patub sibuk dengan kegiatan mengurus studio rekaman Geese Studio.
Tak hanya sekedar rekaman saja, tapi juga Geese studio menjadi base camp-nya LETTO di Yogyakarta dan sebagai tempat bertemu serta terbentuknya LETTO.
Patub pun sangat antusias dengan studionya karena bisa dijadikan pekerjaan sekaligus sebagai wadah menyalurkan hobbi.
" Sebenarnya studio itu punya orang. Sejak tahun 1999, kita latihan di Geese Studio. Letto terbentuk juga disana. Dan kita dituntut harus bisa dan mengembangkan bakat sampai mengoperasionalisasikan sistem studio mulai dari recording, mixing, hingga mastering studio. Tapi belakangan studio sempat terbengkalai karena kesibukan LETTO beberapa bulan ini, " jelas Patub yang awalnya bekerja sebagai operator studio dan sound engineer.
Nama Lengkap : Agus Riyono (Patub)Sekolah : SD Tamanmuda, SMPN 2, SMAN 7, Pertanian UGM
Tempat & Tgl Lahir : Jogjakarta, 2 Agustus 1979
Posisi : Electric & Acoustic Guitar
Music Fave : Scorpion, Queen dan Led Zeppellin
Friendster : http://www.friendster.com/14985640
Mobile: +628157881XXXX
Subscribe to:
Posts (Atom)