Jakarta, Jadi anak salah satu budayawan Indonesia, tantang tersendiri bagi Noe, vokalis Letto. Walau ngaku pernah diledek, Noe bangga jadi anak Cak Nun.
Siapa yang tak kenal Emha Ainun Najib atau yang akrab disapa Cak Nun. Logat puitis sedikit banyak kini menular pada Noe. Coba saja simak lirik lagu-lagu Letto yang kebanyakan dikarang Noe.
Jadi anak Cak Nun diakui Noe tak ada bedanya dengan orang tua lain. Hal itu sama sekali tak pernah jadi beban untuk Noe.
"Aku biasa aja sama kayak teman-teman lain. Mungkin yang membedakan ya itu, aku anaknya Cak Nun. Tapi itu nggak aku jadiin beban kok, ya biasa aja," ujar Noe kepada detikhot ditemui di Musica Studio, Jl. Perdatam No. 3 Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (10/9/2007).
"Cuma ya ada lah diledek-ledekin. Noe anak penyair, wah anak ustad nih. Ya aku sih senang-senang aja. Bangga gitu lho," tutur Noe lugas.
Menjalani ibadah puasa dalam keluarga Noe juga dirasakan pelantun 'Ruang Rindu' itu tak berbeda dengan yang lain. Namun kedisiplinan beribadah jelas harus dijalankan.
"Target aku di bulan puasa ini mau lunas 30 hari. Aku udah biasa kok. Ngeband-ngeband boleh asal jangan lupa shalat aja," tutup Noe. (yla/yla)
source: detikhot
Tuesday, September 25, 2007
Noe 'Letto' Bangga jadi Anak Cak Nun
Letto Kejar Setoran Buat Kawin
Jakarta, Belakangan ini Letto mengaku sedang gencar-gencarnya kejar setoran. Tujuannya ternyata untuk satu misi. Para personel Letto ingin segera mengakhiri masa lajangnya.
"Iyalah kita kan begini untuk kawin juga," ujar Noe sang vokalis ketika berbincang dengan detikhot di Musica Studio, Jl. Perdatam No. 3, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (10/9/2007).
Noe, Dedi, Patub dan Ari saat ingin mengaku tak lagi jomblo. Maka target untuk segera mengakhiri masa lajang pun sudah dipatok oleh masing-masingnya. Jadi ngebet nih?
"Ngebet mah nggak, tapi itu juga tujuan hidup lho. Ya yang penting ngalir aja seperti air di telaga," tandas Noe.
Ketika ditanya soal calon, Letto menjawab sekenanya. "Yang penting kawin dulu lah," tutur mereka.(yla/dit)
source: detikhot
Saturday, September 22, 2007
Letto By Request
Sabtu, 22 September 2007,
Pukul 23.00 - 01.00 WIB,
Studio SCTV Jakarta.
UNTUK memenuhi kerinduan para penggemar fanatik Letto, SCTV menayangkan sebuah sajian istimewa bertajuk "Letto by Request". Penampilan band asal Kota Gudeg kali ini akan dikemas sedikit berbeda. Para personil Letto yang hadir di studio SCTV, akan berdialog langsung dengan pemirsa, mengajak bernyanyi, dan melayani setiap permintaan lagu.
Pasti seru, karena selain mendengarkan lagu-lagi hits Letto, pemirsa juga akan mengetahui kisah sukses perjalanan karier sang superstar, berikut liku-likunya. Jangan lewatkan penampilan mereka hanya di SCTV Satu untuk Semua.
Daftar Lagu:
1. Bunga di Malam Itu
2. Hantui Aku
3. Memiliki Kehilangan
4. Sampai Nanti Sampai Mati
5. Sandaran Hati
6. Sebelum Cahaya
7. Sebenarnya Cinta
source: sctv.co.id
Thursday, September 20, 2007
Letto Tribute To Chrisye


Hari minggu kemarin, bertepatan dengan ulang tahun ke 58 almarhum Chrisye alias Chrismansyah Rahadi tanggal 16.09.2007, di Studio satu Trans TV Jakarta dilakukan rekaman acara CHRISYE MASTERPIECE buat mengenang almarhum dengan karya musiknya. Chrisye meninggal tanggal 30.03.2007 dan menghasilkan karya musik mulai tahun 1976 dengan single Lilin-lilin Kecil, 1977 saat bergabung dengan Guruh Gipsy dan album-album solo yang diproduksi sejak era 70-an, 80-an, 90-an dan 2000-an.
Kita datang ke Studio Trans TV jam 8 malam setelah acara Red Carpet selesai, lewat pintu artis dengan nyebut nama salah satu band langsung ke ruang tunggu yang merangkap ruang artis buat nemuin para personilnya. Jam 9 malam rekaman acara Chrisye Masterpiece dimulai.
Malam itu yang tampil dipanggung antara lain Peterpan, Letto, Nidji, Dewi Sandra, Titi DJ, Yuni Shara dan Project Pop serta Irfan Hakim-Novita Anggie sebagai host malam itu. Di barisan undangan VIP ada beberapa artis lain yang hadir dan memiliki kenangan dengan almarhum.
Rekaman dimulai dengan Peterpan yang bawain lagu Nona Lisa (album 1986) dan disambung dengan Letto dengan Aku Cinta Dia (album 1985) serta Dewi Sandra dengan Anak Sekolah (album 1986). Lagu legendaris Lilin-Lilin Kecil (1976) dibawain bareng-bareng trio Dewi Sandra - Titi DJ & Yuni Shara dengan suasana redup dengan puluhan lilin yang memenuhi panggung.
Session berikutnya Nidji tampil dengan Seperti Yang Kau Minta (Album Dekade, 2002) dilanjut ama Project yang bawain hits tahun 1985 Hip Hip Hura dengan gaya khas almarhum Christye ala tahun 80-an. Letto juga bawain lagu Serasa (Badai Pasti Berlalu, 1977) dengan gaya Letto sedangkan penampilan terakhir Nidji dengan Kala Sang Surya Tenggelam (1997).
Tunggu aja penayangan acara ini di Trans TV, ada beberapa foto yang kurang memuaskan karena diambil diam-diam (tau sendiri kalo di trans tv gak bisa motret).
