Vokalis Letto Sabrang Mowo Damar Panuluh atau lebih dikenal dengan Noe mencicipi profesi lain selain menyanyi. Noe menjadi produser untuk film yang mengangkat kisah Tenaga Kerja Wanita (TKW).
Kisah TKW di Hong Kong itu diangkat ke dalam film 'Hong Kong Rhapsody' yang disutradarai Lola Amaria. Noe tertarik menjadi produser ketika ia mengobrol bareng Lola.
"Saya sebenarnya tahu Lola obsesi untuk menjadi TKI. Tapi memang ini berawal dari ide-ide dan ternyata kita mempunyai interest yang sama," jelasnya saat ditemui di Restoran Bebek Bali, Senayan, Jakarta, Senin (27/10/2008).
Noe yakin film yang diproduserinya itu akan menghasilkan seorang bintang besar. Siapa bintang besar itu? Putra Emha Ainun Najib itu mengaku masih mencarinya.
Untuk soundtrack, Noe ternyata juga belum menemukan siapa yang akan menggarapnya. Kenapa tidak Letto saja?
"Seandainya beliau yang bikin soundtrack akan lebih hebat dari Letto, siapakah beliau itu, masih dipertanyakan," ujarnya penuh tanda tanya.
Keterlibatannya sebagai produser diakui Noe tidak akan mengganggu kinerjanya di Letto. Ia juga enggan disebut melakoni aksi coba-coba.
"Semua faktor nggak ada yang disepelekan, kalau bisa jalan dua-duanya, jadi jalanin. Dunia itu terlalu kaya untuk dipersempit seperti itu," tandasnya.
detikcom
Tuesday, October 28, 2008
Noe 'Letto' Jadi Produser Film TKW
Friday, October 24, 2008
Bunga Di Malam Itu (Video Klip)
In This Video:
Noe/ Sabrang Mowo Damar Panuluh (vokal) - Patub/ Agus Riyono (gitar)
Arian/ Ari Prastowo (bas) - Dhedot/ Dedi Riyono (drum)
Song:
Bunga Di Malam Itu
Album:
Don't Make Me Sad (2007)
Label:
Musica Studio's
Band:
Letto
Thursday, September 18, 2008
Cinta Yang Sempurna, Kolaborasi Noe Letto & 6ixth Sense

Siapa yang tak kenal Letto, salah satu band dari Jogja yang udah mulai melanglang ke kawasan malaysia dan singapura, salah satu bukti selain pernah memenangi salah satu kategori di Anugrah Planet Muzik tahun lalu, album Letto juga di edarkan di negara tetangga tersebut. Salah satu bukti lain, Noe (Sabrang Mowo Damar Panuluh) salah satu vokalis Letto mendapatkan kehormatan untuk berkolaborasi band asal Malaysia yang bernama 6ixth Sense dalam salah satu single bertajuk "Cinta Yang Sempurna", sebuah single bernafaskan ketuhanan (salah satu ciri khas Letto).
Sepanjang Ramadhan ini, "Cinta Yang Sempurna", di Malaysia diproduksi Rumpun Records & Metadome Records merajai tangga lagu di radio Malaysia Singapura dan untuk Indonesia menurut rencana juga akan diedarkan tetapi nama 6ixth Sense akan diganti menjadi Tirta. Tetapi untuk penggemar Letto alias pLettonic udah dapat menikmati single ini selain di situs resmi 6ixth Sense juga dapat dilihat video klipnya di YouTube maupun postingan blog ini sebelumnya.
Lagu "Cinta Yang Sempurna" digarap bareng cuman beberapa jam saja oleh Noe - 6ixth Sense dan dibawakan secara apik yang menceritakan tentang manusia yang mencari cinta sejati, cinta yang sempurna, mencari suatu hal yang hakiki yang hanya ditemukan dengan cinta sempurna pada Tuhan Yang Maha Esa.
Trus siapa sih 6ixth Sense alias Tirta? Band ini di Malaysia udah mengeluarkan 2 buah album produksi Rumpun Records bertajuk "Hari Ini" (2006) dan "6ixth Sense" (2007), band ini beranggotakan Adi (vokal), Wan (drum), Ayoy (bass), Atan (gitar) dan Gjie (gitar). Vokalis 6ixth Sense Adi yang bernama lengkap Adi Priyo Sambodo adalah lelaki asal Jember Jawa Timur yang mengadu nasib di ranah musik Malaysia. Kolaborasi dengan salah satu personil Letto menjadi kebanggaan tersendiri buat 6ixth Sense terutama Adi sang vokalis,"Saya juga tidak menyangka peluang berduet bersama Noe akhirnya menjadi kenyataan. Siapa yang tidak kenal dengan kumpulan Letto yang pernah mencipta fenomena seketika di Malaysia sebelum ini. Peluang keemasan itu sememangnya ditunggu-tunggu oleh kami (6ixth Sense) apatah lagi dapat berkolaborasi bersama Noe, satu nama yang besar dalam industri muzik di Indonesia".
Ok deh, kita tunggu rilis resmi-nya di Indonesia, apakah 6ixth Sense akan berhasil di dunia musik Indonesia seperti Letto dan bebarapa musisi Indonesia di Malaysia atau dengan nama besar Letto lagu "Cinta Yang Sempurna" akan menjadi hits juga di Indonesia?
Single: Cinta Yang Sempurna
Label: Rumpun Records Malaysia
Band: 6ixth Sense & Noe Letto
Member:
Mohd Safwan Hasnan/ Wan (Drum)
Mohd Faiz Azizi/ Gjie (Guitar)
Adi Priyo Sambodo/ Adi (Vocal)
Shahrul Effendy Sha'ari/ Atan (Guitar)
Mohd Fairos Ramli/ Ayoy (Bass)
Official Site:
http://www.myspace.com/6ixthsense
http://www.metamobile.com.my/6ixthsense

Author: Tamtomo | More Music On: www.tamtomousic.co.cc
Monday, August 11, 2008
Letto Menghargai Diri Sendiri

Mereka ini adalah sebuah band yang sangat konseptual. Dan mereka adalah Letto yang khas dengan lagu-lagu yang puitis, pop-romantis. Melalui A Mild Live Soundrenaline 2008 "free Your Voice", Letto mengajak music maniacs Yogyakarta untuk bisa menghargai diri sendiri, dan bangga untuk menjadi diri sendiri.
"Walaupun kita kambing ataupun sapi, kita harus bisa dan mau mengakui diri sendiri," ungkap Noe. Melalui atribut khas Jawa, memadukan musiknya dengan irama khas javanesse, Letto tidak bosan-bosannya untuk menyuarakan untuk juga bisa menghargai karya dalam negeri.
Ditanya soal obsesinya untuk mengikuti journey to Abbey Road, Letto menyatakan tidak begitu terobsesi, dan hanya menjadikan sara hiburan saja bila mereka bisa dikirim kesana. "Soundrenaline sebagai sarana ekspresi bukannya obsesi. Untuk ke London, hanya menjadi hiburan buat kita," tutup Noe. Letto yang tampil menjelang sore mempertunjukan kebolehan gitaris dan bassistnya dalam mempermainkan dawai menjadi dinamika dan harmonisasi yang sangat kaya, seperti aransemen ulang "Sampai Nanti, Sampai Mati" yang membuka penampilan mereka hari ini
"Kami juga memakai tarian khas Bali, biar kita juga bisa menghargai diri kita yang lain," lanjut Noey. Letto rupanya berhasil menghibur music maniacs yang hadir, sekaligus menyuarakan hal-hal yang positif. Setiap penonton merasa sejuk suasananya pada saat mendengarkan "Sebelum Cahaya", dilatari oleh terbenamnya matahari di Prambanan
all about letto on www.the-letto.blogspot.com