LETTO on Facebook

Sebelum Cahaya (Video Clip)

Monday, August 11, 2008

Letto Menghargai Diri Sendiri


Mereka ini adalah sebuah band yang sangat konseptual. Dan mereka adalah Letto yang khas dengan lagu-lagu yang puitis, pop-romantis. Melalui A Mild Live Soundrenaline 2008 "free Your Voice", Letto mengajak music maniacs Yogyakarta untuk bisa menghargai diri sendiri, dan bangga untuk menjadi diri sendiri.

"Walaupun kita kambing ataupun sapi, kita harus bisa dan mau mengakui diri sendiri," ungkap Noe. Melalui atribut khas Jawa, memadukan musiknya dengan irama khas javanesse, Letto tidak bosan-bosannya untuk menyuarakan untuk juga bisa menghargai karya dalam negeri.

Ditanya soal obsesinya untuk mengikuti journey to Abbey Road, Letto menyatakan tidak begitu terobsesi, dan hanya menjadikan sara hiburan saja bila mereka bisa dikirim kesana. "Soundrenaline sebagai sarana ekspresi bukannya obsesi. Untuk ke London, hanya menjadi hiburan buat kita," tutup Noe. Letto yang tampil menjelang sore mempertunjukan kebolehan gitaris dan bassistnya dalam mempermainkan dawai menjadi dinamika dan harmonisasi yang sangat kaya, seperti aransemen ulang "Sampai Nanti, Sampai Mati" yang membuka penampilan mereka hari ini

"Kami juga memakai tarian khas Bali, biar kita juga bisa menghargai diri kita yang lain," lanjut Noey. Letto rupanya berhasil menghibur music maniacs yang hadir, sekaligus menyuarakan hal-hal yang positif. Setiap penonton merasa sejuk suasananya pada saat mendengarkan "Sebelum Cahaya", dilatari oleh terbenamnya matahari di Prambanan

all about letto on www.the-letto.blogspot.com

Tuesday, July 22, 2008

Provokator Di Soundrenaline

"Mau waras atau mau gila terserah. Yang penting jangan gampang dipengaruhi!"

Itulah kata-kata spontan yang terucap dari mulut Noe di tengah-tengah aksi panggung Letto pada A Mild Live Soundrenaline 2008 Medan. Kata-kata ini merupakan lanjutan dari aksi provokatif Noe beberapa saat sebelumnya dengan kata-kata yang lebih pedas.Bahkan pada aksi tunggalnya ini Noe menyinggung-nyinggung soal partai-partai politik yang bejibun jumlahnya.

Tapi tentu saja Noe tidak bermaksud mengajak penonton untuk melakukan hal-hal yang negatif. Sebaliknya Noe hanya ingin menyadarkan penonton akan makna dari slogan Free Your Voice yang diusung A Mild Live soundrenaline 2008.

"Kalau mau free your voice kalian harus free your mind dulu!", begitu teriak Noe kepada ribuan music maniacs yang berkumpul di Lanud AU Polonia Medan.

Yang pasti penampilan Letto mengusung lagu-lagu hits sangat jauh dari unsur provokasi. Penampilan Letto pada sore hari itu cukup menghanyutkan. Lagu-lagu seperti Sampa Nanti Sampai Mati, Permintaan Hati, Ruang Rindu, serta Sebelum Cahaya malah sukses mengajak penonton untuk membuat koor massal. Nyaris tidak ada penonton yang tidak ikutan bernyanyi.

Kalau begini Letto memang benar-benar provokator di A Mild Live Soundrenaline kali ini. Buktinya penonton mau saja dipengaruhi mereka untuk ikutan bernyanyi. (DT)

Tuesday, June 10, 2008

10.06.1979 - 10.06.2008: Sabrang Mowo Damar Panuluh


Hari ini (10.06.08) Noe alias Sabrang, sang vokalis dan motor grup band Letto dari jogja tepat berusia 29 tahun, usia yang masih muda untuk berkarya dan mengabdikan idealismenya. Selamat ulang tahun buat Sabrang semoga tambah sukses bersama Letto, makin membumi, merakyat dan tidak melupakan apa yang telah menjadikan besar...

Berikut profil Noe Sabrang Mowo Damar Panuluh yang diambil dari sebuah media:

Sabrang Mowo Damar Panuluh atau lebih dikenal dengan nama Noe Letto, adalah penyanyi pentolan grup musik Letto. Pria kelahiran Yogyakarta, 10 Juni 1979 ini merupakan anak pertama budayawan, Emha Ainun Najib dari istri pertamanya, sebelum menikah dengan aktris dan penyanyi, Novia Kolopaking.

Kecintaanya pada musik diawali, saat dirinya diberi pamannya kaset berisi kumpulan lagu-lagu Queen. Saat itu dirinya masih SMP, yang akhirnya mempunyai pikiran untuk membuat musik yang sealiran dengan Queen. Mulailah Noe bersentuhan dengan sejumlah alat musik.

Lulus SMP, Noe kemudian kembali ke Yogyakarta dan meneruskan sekolah di SMU 7 Yogyakarta. Ia bergabung dengan komunitas ayahnya dan dipertemukan dengan dengan Ari, Dedy dan Patub di sekolah.

Pada 1998, Noe memutuskan untuk melanjutkan kuliah di University of Albertha, Kanada dengan mengambil dua jurusan matematika dan fisika. Setelah kembali ke tanah air dan bertemu kembali dengan kawan-kawan karibnya, Noe sering bermain musik di studio Kyai Kanjeng, group musik milik ayahnya.

Noe mulai menulis lirik lagu, yang akhirnya tertuang dalam album perdananya, Letto, Truth, Cry, and Lie. Disusul kemudian album kedua, Don't Make Me Sad (2007).
source: kapanlagi.com

Saturday, June 07, 2008

Schedule June 2008


01.06.2008: Show Pinrang, Sulawesi
03.06.2008: Dahsyat , RCTI,
05.06.2008: Charity Show , Jakarta
06.06.2008: Inbox, SCTV
07.06.2008: Opening Euro, RCTI
14.06.2008: Telkomsel, Palembang
15.06.2008: Idola Cilik, RCTI
16.06.2008: Monday Soundsation- Global TV
17.06.2008 - 18.06.2008: Syuting FTV , Jakarta
19.06.2008: Show Zona Cafe, Samarinda
21.06.2008: Show Madiun, Madiun
22.06.2008: Show WTC Serpong, Tangerang
23.06.2008 - 24.06.2008: Syuting FTV, Jakarta
25.06.2008: Idol Hifive, RCTI
26.06.2008: HUT Gudang Garam Jakarta